Membangun Semangat dari Biografi John Quincy Adams 

Amerika Serikat termasuk ke dalam negara republik revolusioner dengan memunculkan banyak  pemimpin yang cakap dan andal. Salah satu pemimpin tersebut adalah John Quincy Adams yang telah menorehkan banyak prestasi, bahkan di usianya yang masih muda. Hal inilah yang kemudian menjadikan biografi John Quincy Adams cocok dijadikan pemacu semangat.

Perjalanan hidupnya yang malang melintang mampu membawanya menjadi Presiden Amerika Serikat ke-6. Selain itu, jejak karirnya selalu menghadirkan visi-visi dengan ide cemerlang. Anda pun juga bisa membaca kesuksesan perjalanan hidupnya lewat uraian berikut ini.

Kelahiran John Quincy Adams

Image Source: si-cdn.com

John Quincy Adams lahir pada tanggal 11 Juli 1767 di Quincy, Massachusetts. Ia merupakan anak dari ayah bernama John Adams yang juga pernah menjabat sebagai presiden Amerika ke-2. Sementara itu, ibunya bernama Abigail Adams yang juga pernah dinobatkan sebagai ibu negara mendampingi suaminya.

Pendidikan John Quincy Adams

Lahir dari keluarga yang menaruh perhatian besar di bidang politik membawa John Quincy Adams mendapatkan ilmu pengetahuan dari orang tuanya. Selanjutnya, ia melanjutkan kuliah di Paris, Leiden, dan Universitas Harvard mengambil jurusan hukum.

Presiden Amerika ini mendapatkan gelar dari perkualiahannya saat berusia 21 tahun. Ia juga dikenal mahir berbahasa dan senang mempelajari sejarah kuno. Prestasinya bias dibilang menanjak pesat . Berbagai pengalaman profesi pun kerap dicoba.

Pengalaman-pengalaman tersebut meliputi pengacara, diplomat, dan politisi. Bentuk semangat yang bisa diambil dari biografi John Quincy Adams dari segi pendidikan adalah kegigihannya dalam mencapai sesuatu.

Karir John Quincy Adams

Setelah lulus mempelajari bidang hukum, John Quincy Adams berprofesi sebagai pengacara di Boston, Massachuttes. Pada tahun 1793, Presiden George Washington mengesahkannya menjadi wakil Amerika Serikat untuk memimpin Belanda. Hebatnya, ia menerima jabatan itu ketika berumur 26 tahun.

Saat Belanda telah selesai dipimpin, ia beralih tugas ke Berlin, Jerman. Pada usianya yang ke-36, tepatnya tahun 1802, ia menjadi utusan Amerika untuk bangsa Rusia. Selain itu, di bawah kepemimpinan James Monroe, ia disebut sebagai menteri luar negeri paling andal.

Keluarga John Quincy Adams

John Quincy Adams lahir dari pasangan ayah dan ibu yang sangat gemar dunia politik. Meskipun ibunya tidak menempuh pendidikan formal, Abigail Adams dikenal sebagai gadis cerdas yang gemar membaca, dan berpikiran terbuka.

Ayahnya  sendiri merupakan lulusan Harvard gelar magister dan sukses menjadi pengacara terkemuka. Istri John Quincy Adams bernama Louisa Johnson. Ia dikaruniai empat orang anak yang juga diberi nama belakang Adams.

Nama tersebut merupakan warisan turun-temurun dari keluarganya. Sikap semangat yang bisa diteladani dari biografi John Quincy Adams dalam hal keluarga adalah tanggung jawabnya.

Kontribusi John Quincy Adams untuk Bangsa Amerika

Selama menjabat sebagai presiden, ia didamping oleh wakilnya, yaitu John C. Calloun. Saat menjabat presiden, ia tergabung dalam afiliasi partai yang meliputi partai Demokratik-Republik, partai Nasional Republik, partai Federalist, dan Partai Whig.

Ketika menempuh jabatannya, ia selalu berusaha meningkatkan kekuatan politik negara. Visi tersebut dituangkan dalam berbagai kebijakan berikut ini.

  1. Mengesahkan Bank Pusat Amerika sebagai instrumen kekuasaan fiskal negara
  2. Bea cukai disahkan guna memproteksi perindustrian dalam negeri
  3. Pengurusan tanah dilakukan dari pusat guna mengatur penjualan dan pemakaiannya.
  4. Suku-suku Indian Amerika beserta tanahnya harus dikelola dari pusat guna melindungi mereka dari oknum-oknum negara bagian
  5. Merancang program negara demi melakukan perbaikan-perbaikan infrastruktur.
  6. Mengadakan perbaikan di bidang pendidikan, berekspansi di dunia ilmiah, dan mengevaluasi beberapa lokasi yang di bawah naungan pemimpin negara.

Itulah beberapa bentuk semangat yang bisa diteladani dari biografi John Quincy Adams. Semoga Anda bisa lebih termotivasi dan mampu menjadi pemimpin yang berkualitas.

 

Leave a Reply