5 Penyebab Pendarahan Pada Ibu Hamil

Seorang ibu hamil tentu saja akan mengalami ketakutan, stress, dan juga perasaan cemas jika pada saat kehamilan mengalami pendarahan. Pendarahan pada ibu hamil ini tentunya bisa mengakibatkan kondisi yang fatal dan berbahaya bagi kesehatan ibu hamil dan juga janinnya.

Banyak kasus pendarahan pada ibu hamil ini mengalami keguguran dan itulah ketakutan utama para ibu hamil. Namun, Anda jangan langsung mengambil kesimpulan tersebut. Karena jika dapat segera ditangani, tentunya tidak akan menimbulkan hal-hal negatif seperti keguguran tersebut.

Berdasarkan penelitian memang ada 50% ibu hamil yang mengalami pendarahan tersebut bisa menyebabkan keguguran. Namun yang harus Anda ketahui sebelumnya adalah apa penyebab dari pendarahan tersebut agar Anda dapat menghindarinya.

Nah, Saya akan memberikan Anda informasi tentang 5 penyebab pendarahan yang umumnya dialami oleh para ibu hamil tersebut. Anda ingin tahu apa saja penyebab dari pendarahan pada ibu hamil tersebut? Simak di bawah ini, dan semoga Anda dapat menghindarinya.

1. Kondisi hamil di luar kandungan

Mungkin beberapa dari Anda masih bertanya-tanya bagaimana dengan penyebab pertama di atas tersebut. Pada beberapa kasus hal ini memang sering terjadi. Kehamilan di luar kandungan ini bukanlah kondisi hamil di mana seorang wanita memiliki kehamilan yang berada di luar dari tubuh. Kalau yang seperti itu mungkin belum pernah terjadi.

Tapi, kondisi hamil di luar kandungan ini adalah sebuah kondisi yang disebabkan oleh janin yang tumbuh pada tuba falopi. Sehingga janin tidak tumbuh dengan sempurna dan tidak mendapat asupan nutrisi dan gizi dalam tubuh. Jika berdasarkan perbandingan, kondisi ibu yang mengalami kehamilan di luar kandungan seperti ini hanya ada 1 dari 60 kehamilan saja.

2. Kondisi hamil Anggur

Hamil anggur atau dalam bahasa kedokterannya lebih dikenal dengan nama Mola Hidatidosa adalah kondisi kehamilan yang normal, yang terjadi pada wanita pada umumnya. Akan tetapi, kehamilan dengan kondisi ini akan menyebabkan janin tidak berkembang dan bahkan berhenti.

Akan tetapi, sel yang seharusnya yang menjadi plasenta yang lebih berkembang. Kemudian semua sel-sel tersebut bersatu dan berkumpul dan membentuk koloni, yang mengakibatkan pembengkakan seperti semacam gelembung berisi cairan. Bentuk dari cairan yang berkumpul tersebut menyerupai bentuk anggur, dan inilah yang kenapa dikatakan sebagai kehamilan anggur.

Kondisi kehamilan anggur ini bisa juga dikatakan sebagai tumor jinak, yang jika Anda biarkan akan menjadi tumor ganas. Wanita yang mengalami hamil anggur ini akan mengalami pendarahan. Kondisi tubuh wanita yang mengalami hamil anggur ini hampir sama dengan bentuk tubuh wanita yang mengalami hamil normal. Hanya saja perbedaannya adalah janin yang tidak berkembang bahkan berhenti seperti pada pengertian di atas.

3. Pemisahan Plasenta

Plasenta pada tubuh ibu hamil akan mengalami kondisi pemisahan dari dinding rahim pada trimester kedua kehamilan. Proses dari pemisahan ini akan menyebabkan pendarahan. Kondisi ini pun bisa bahkan ada yang mengalaminya pada usia kehamilan yang memasuki 12 minggu lagi sebelum masa kehamilan.

Kondisi ini masih termasuk kondisi langka, karena menurut penelitian hanya 1 % dari wanita hamil yang mengalami kondisi tersebut.

4. Penderita Plasenta Previa

Lokasi atau area tempat Plasenta previa ini berada sangat rendah pada uterus, sehingga menutupi leher rahim para ibu hamil. Jika, ibu hamil mengalami kondisi tersebut maka ini perlu penanganan dengan segera. Kondisi penderita dari plasenta previa ini memang masih tergolong cukup sedikit.

Jika dihitung berdasarkan perbandingan, maka bisa disetarakan dengan 1 dari 200 kehamilan. Kondisi pendarahan akibat plasenta previa ini akan membuat ibu hamil merasakan sakit yang hebat, sehingga dapat mengganggu kondisi dari ibu hamil. Jika tidak diberi penanganan dengan segera bisa berakibat fatal.

5. Kondisi bayi yang lahir premature

Bayi yang lahir dengan kondisi premature berarti bayi yang lahir sebelum waktunya. Kondisi bayi premature seperti ini biasanya terjadi karena ibu hamil mengalami pendarahan, sehingga janinnya juga harus segera diangkat yang membuat bayi lahir premature. Pendarahan yang dialami ibu hamil setelah mendekati masa persalinan sekitar 3 atau 2 bulan harus segera mendapatkan penanganan medis, agar tidak berbahaya bagi kesehatan janin dan juga ibu hamil tersebut.

Nah di atas tadi adalah 5 penyebab pendarahan umum dan berakibat fatal yang harus ditangani dengan segera pada ibu hamil. Pendarahan di atas biasa lebih sering terjadi jika usia kehamilan sudah mencapai trimester tengah dan juga akhir.

Ada juga pendarahan yang terjadi pada wanita yang hamil muda atau masa kehamilan trimester pertama akan lebih ringan dari pada saat haid. Pendarahan ini menghasilkan warna merah dan juga flek coklat saja. Kondisi pendarahan seperti ini biasanya karena adanya implantasi atau kondisi dimana sel telur yang dibuahi tersebut akan menempel pada lapisan rahim ibu hamil. Kondisi ini akan berlangsung beberapa hari pada ibu hamil.

Ada juga beberapa pendarahan pada kehamilan muda lainnya yang dikenal dengan polip serviks. Kondisi pendarahan polip serviks ini adalah kondisi yang di mana terjadi pertumbuhan daging yang memang tidak membahayakan pada bagian mulut rahim yang disebabkan karena level dari hormon estrogen yang meningkat.

Nah, jika Anda mengalami jenis-jenis pendarahan seperti di atas di bawah ini ada beberapa cara penanganannya.

Cara Mencegah Pendarahan di Usia Kehamilan Muda

Pendarahan pada ibu hamil sebenarnya bisa saja terjadi kapan saja. Dan kebanyakan dari pendarahan tersebut terjadinya pada usia kehamilan yang tergolong masih lebih awal atau lebih muda. Untuk itu Anda bisa mencegah pendarahan tersebut di usia kehamilan Anda yang masih muda agar terhindar dari resiko yang semakin buruk dengan mencoba beberapa cara tersebut.

  • Kurangi aktivitas yang berat dan berlebihan untuk ibu hamil. Walaupun memang usia kehamilan Anda masih tergolong muda namun aktivitas berat bisa juga berbahaya untuk kehamilan muda Anda.
  • Ketika berbaring sebaiknya posisikan kaki Anda selalu lebih tinggi daripada tubuh Anda dan tetap tenang.
  • Konsultasi ke dokter ahli jika pendarahan yang Anda alami tersebut memang cukup berat dan berlangsung lama.

Sumber: https://biofar.id/

Leave a Reply