5 Jenis Tarian Adat Batak (Khas Sumatra Utara)

Sumatera Utara merupakan sebuah provinsi yang memiliki beragam suku dan kebudayaan. Salah satu kebudayaan yang masih menonjol sampai saat ini yakni tarian adat batak. Kebanyakan seni tari batak tak terpisahkan dengan pakaian khasnya yaitu ulos.

Hal yang menarik ialah walaupun telah terjajah oleh era globalisasi namun ragam kesenian tersebut masih mampu bertahan. Bahkan warga lokal sering memperkenalkan berbagai kesenian daerah yang ada kepada wisatawan yang sedang berlibur.

Tari Ndikkar

Tarian ini memiliki ciri khas yakni hentakan gerakannya berubah di saat-saat tertentu. Jadi pada awal menari gerakannya akan terlihat lambat dan halus namun kemudian gerakannya menjadi lebih cepat dan keras.

Sebenarnya gerakan pada kesenian ini merupakan gerakan pencak silat yang digunakan untuk melindungi diri sendiri. Namun seiring berjalannya waktu, tarian yang di populerkan masyarakat Karo ini telah menjadi tarian kebudayaan.

Tari Baka

Gerakan pada kesenian adat ini cukup unik dan menarik yakni menggambarkan tentang suatu ritual atau proses penyembuhan orang sakit yang dilakukan oleh paranormal atau dukun sakti. Di dalam tarian ini juga menggunakan mangkok atau keranjang yang dipercaya sebagai tempat racikan obat.

Kesenian ini mengisahkan bahwa zaman dahulu, masyarakat sangat mempercayai paranormal atau dukun sakti dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan. Termasuk ketika sedang sakit, maka berkunjung ke paranormal merupakan pilihan utamanya.

Tari Tor-tor

Tarian adat batak yang satu ini bisa dikatakan sudah sangat populer tidak hanya di Nusantara namun hingga mancanegara. Gerakannya yang begitu luwes dan lembut serta dipadukan irama musik gondang membuat tarian ini begitu indah disaksikan. Jenis tari tortor sendiri ada bermacam-macam diantaranya.

  • Tari tor-tor Sipitu Cawan (Tari tujuh cawan)

Umumnya dilaksanakan di kerajaan yakni ketika sedang ada pengangkatan seorang raja. Tari ini dipercaya berasal dari bertemunya pisau tujuh sarung dengan tujuh kayangan di sebuah telaga.

  • Tari tor-tor Tunggal Panaluan

Ragam tarian ini digelar apabila telah terjadi bencana ataupun musibah. Pada ceritanya tongkat milik tunggal panaluan mempunyai kekuatan magis sehingga dukun menemuinya untuk mencari solusi.

  • Tari tor-tor Pangurason (Tari pembersihan)

Kesenian ini digelar saat sedang ada suatu perayaan besar. Namun sebelum perayaan tersebut dimulai, tempat perauyaan harus dalam kondisi bersih dan membersihkannya harus dengan jeruk purut.

Tari Sigale-gale

Kesenian ini tak hanya unik tetapi juga kreatif dimana menggunakan media patung dari kayu yang digambarkan sebagai manusia. Bila Anda menyaksikan tarian jenis ini maka akan menjadi suatu hiburan tersendiri dimana patung dapat di gerakan seperti layaknya manusia.

Tarian ini juga menceritakan bahwa dahulu ada seorang pangeran yang meninggal akibat perang, hal tersebut membuat sang raja sangat sedih sampai jatuh sakit. Nah demi menghibur sang raja, penasihat membuat ide yakni membuat sigale-gale dimana hal tersebut ternyata membuat raja sehat kembali.

Tari Gundala – Gundala

Seperti yang sudah diketahui bahwa masyarakat batak sebagian besar bekerja sebagai petani. Menariknya saat kemarau panjang, tari gundala-gundala sering digelar karena dipercaya dapat mendatangkan hujan.

Pakaian yang digunakan dalam tari ini pun cukup menarik dimana menggunakan topeng besar dari kayu serta menggunakan jubah. Sampai saat ini kesenian adat ini masih sering digelar untuk memanggil hujan pada saat kemarau panjang.

Umumnya kelima tarian diatas kental berhubungan dengan magis. Namun, saat ini tarian tersebut tidak hanya dihubungkan dengan dunia roh saja.

Itulah kelima tarian adat batak yang sangat menarik dan juga masih terjaga dengan baik. Kesenian tersebut sering ditampilkan dalam berbagai acara penting seperti kegiatan adat, pernikahan, karnaval, dan lain-lain.

Leave a Reply